Sekelumit Penelitian

Monday, August 28, 2006

 

Sekilas Metode Penelitian Sosial

Catatan Kris Budiman
Perumusan Masalah Penelitian
Penelitian dimulai dari rasa ingin tahu terhadap sesuatu atau karena dipicu oleh adanya suatu persoalan. Persoalan ini ingin kita jawab melalui proses penelitian. Masalah penelitian (research problem) biasanya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, karena itu, masalah penelitian juga sering disebut sebagai pertanyaan penelitian (research question). Misalnya saja kita ingin meneliti masalah kebiasaan membaca pada anak-anak? Contoh lain, dampak yang ditimbulkan oleh program televisi tertentu, taruhlah AFI, Indonesian Idol, terhadap Citra diri anak dan remaja. Masalah ini mungkin dapat kita rumuskan begini: Apakah kaitan di antara frekuensi aktivitas menonton AFI atau Indonesian Idol dan citra diri anak dan remaja?
penelitian dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni (1) penelitian Eksplanasi dan (2) penelitian Deskripsi (eksplorasi). Penelitian Eksplanasi dimaksudkan untuk menjelaskan mengapa seutu gejala atau kenyataan sosial tertentu dapat terjadi. Sedangkan penelitian deskripsi dimaksudkan untuk sekedar melukiskan atau memaparkan seutu gejala atau kenyataan sosial tertentu. Secara lebih teknis dapat dikatakan bahwa jenis penelitian yang pertama dimaksukan untuk menguji hubungan antar-variabel (variabel bebas dengan variabel terikat), sementara jenis penelitian yang kedua semata-mata menggambarkan sejumlah faktor yang berkenaan dengan masalah atau unit yang diteliti.
Format Penelitian dibedakan menajadi tiga, yaitu (1) survei, (2) an (3) studi kasus. Penelitian survei bertujuan untuk menarik generalisasi dan ditujukan kepada sejumlah besar individu atau kelompok (jumlah mereka relatif besar). Dengan survei kita hendak menjelaskan karakteristik tertentu dari sejumlah populasi. Di dalam penelitian eksperimen kita secara sengaja memanipulasi suatu variabel (khususnya veriabel bebas), penelitian eksperimen ini pun akan menarik kesimpulan general (generalisasi). Sedangkan studi kasus menelaah suatu kasus secara mendalam, intensif, detail dan komprehensif. Karena yang ditelaah adalah satu (atau beberapa) kasus, penelitian ini tidak menarik generalisasi.
Di dalam penelitian sosial unit yang ditelaah atau satuan analisanya kita bedakan entah berupa (1) Individu atau (2) Kelompok.
Penentuan rancangan pengambilan Sampel
Seperti telah disampaikan di atas, baik penelitian survei maupun eksperimen bertujuan untuk menarik generalisasi, padahal jumlah populasinya besar, bahkan sangat besar (tidak terjangkau). Oleh karena itu, keduanya perlu menetapkan sampel, yakni bagian populasi yang dipandang representatif. Kita mengenal dua jenis rancangan pengambilan sampel : (1) secara random atau acak (probabilitas) dan (2) non-random (non probabilitas). Untuk populasi yang relatid homogen, dampel bisa diambil secara acak (berdasarkan probabilitas) melalui teknik sederhana, dapat diterapkan teknik pengambilan sampel secara probabilitas juga, namun dengan cara yang lebih canggih, yakni atas dasar strata atau atas dasar himpunan. Pengambilan sampel secara non-probabilitas dibedakan menjadi teknik purposif, aksidental, kuota, dan bola salju (snowball sampling).
Peneltian dengan format studi kasus tidak dimaksudkan untuk menarik generalisasi sehingga, boleh diakta, tidak perlu menetapkan rancangan pengambilan sampel. Di dalam studi kasus tidak dikenal apa yang disebut populasi dan sampel, melainkan subjek penelitian. Hanya saja, di dalam memilih dan menentukan subjek yang akan diteliti itu, biasanya diterapkan teknik purposi (peneliti menetapkan kriteria atau syarat-syarat terlebih dahulu).
Penentuan Metode Penelitian
Metode pengumpulan data di dalam penelitian sosial, setidak-tidaknya, bisa kita kelompokkan menjadi lima macam : (1) Pengamatan (observasi), (2) wawancara, (3) angket (kuesioner), (4) tes (uji), dan (5) dokumenter (sumber sekunder). Metode pengamatan bisa berupa pengamatan terlibat (observasi partisipasi) atau tak-terlibat (terkendali dan tak-terkendali). Metode wawancara bisa terencana, entah terstruktur (angket) mapun tidak, atau mungkin tak-terencana, entah sambil lalu atapun mendalam. Metode angket pada dasarnya adalah wawancara terstuktur atau tertulis, entah dengan pertanyaan tertutup atau terbuka. Metode tas pun demikian pula, hanya saja ia dimanfaatkan secara khusus untuk menguji sesuatu (misalnya di dalam psikologi, tingkat kecerdasan, bakat, potensi akademik, entah berupa arsip (tertulis) maupun dokumen-dokumen visual (foto dsb). Data di dalam penelitian survei terutama didapat melalui angket, sedangkan di dalam eksperimen melalui pengamatan (terkendali) dan tes. Studi kasus lebih bnyak menggantungkan diri pada pengamatan terlibat dan wawancara mendalam.
Metoden analisis data dapat dibedakan menjadi dua macam: (1) metode kuantitatif, dan (2) metode kualitatif. Di dalam metode kuantitatif, data yang semula berupa data verbal dikonversi menjadi data numerik dan untuk selajutnya dianalisis dengan teknik-taknik statistika tertentu. Namun demikian, sebelum sampai pada analisis, data sudah terlebih dahulu mengalami pengolahan melalui tahap-tahap pemeriksaan (editing), pengkodean (coding), dan tabulasi. Metode kuantitatif, ini digunakan baik di dalam survei maupun eksperimen. Di dalam metode kualitatif, data yang biasanya verbal (baik hasil wawancara ataupun pengamatan) terlebih dahulu direduksi atau disederhanakan, lalu diklasifikasi atau dikategorikan menurut sistematika tertentu, untuk selanjutnya diinterpretasi menurut pendekatan teoritis tertentu. Metode yang tekhir ini menjadi ciri khas dari penelitian studi kasus.


LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
1. Merusmuskan masalah dan tujuan penelitian
2. Menentukan jenis, format, dan unit analisis
3. Eksplanasi

4. Survei-kerangka teori dan atau batasan konsep/istilah/variabel-hipotesis-rancangan pengambilan sampel-metode pengambilan data-metode pengolahan data dan analisis data.
5. Eksperimen-kerangka teori dan atau batasan konsep/istilah/variabel-hipotesis-rancangan pengambilan sampel-rancangan eksperimen-metode pengumpulan data-metode pengolahan dan analisis data.
5. Deskripsi
6. Survei (polling)-batasan konsep/istilah-rancangan pengambilan sampel-metode pengumpulan data-metode pengolahan dan analisisi data.
7. Studi kasus-kerangka teori dan atau batasan konsep/istilah-penentuan subjek penelitian-metode pengumpulan data-metode analisis data.
8. Menyusun proposal penelitian
9. Melaksanakan penelitian : mengumpulkan data, mengolah dan menganalisa data.
10. Menyusun laporan penelitian
11. Mempublikasikan : jurnal, seminar, perpustakaan
(Kris Budiman, Balai Bahasa Juli-September 2004)
riksmadhara@yahoo.com


Comments: Post a Comment



<< Home

Archives

August 2006  

This page is powered by Blogger. Isn't yours?